mengikuti dan menyukai kebiasaan seorang pemimpin tentu saja bukan sesuatu yang salah, bahkan sesuatu yang bisa dibilang positif untuk belajar memimpin diri sendiri khususnya. namun tak pernah terbesit sedikitpun dalam diri ini untuk menjadi pemimpin dalam sebuah organisasi, ataupun lembaga lainnya. dikarenakan satu dan lain hal, di kelas 11 dengan usia 15 tahun.

daaaaaaaaaannnnnn sepertinya Allah berkata lain, tepat awal-awal tanggal dalam bulan september. saya dipilih, dilantik, dan di sahkan menjadi ketua ummahatul ghad (osis). jujur, saya takut dan pesimis saat saya benar-benar telah menjadi ketua. bahkan sering kali air mata ini terus bercucuran karena sulit dan beratnya amanat ini.padahal saya sama sekali belum melangkah sedikitpun.

"saya tak sanggup dan tak bisa" itulah kata-kata yang terus berputar di kepala saya saat itu. pikiran negatif terus merasuki diri saya, sehingga hal tersebut yang menyebabnya kedataran kepemimpinan sekarang dan tahun lalu.

maka dari itu, untuk hari-hari setelah hari ini, saya akan mencoba terus melangkah tanpa menyerah, insyaallahh..